Diagnosis Ca serviks

Tulisan kali merupakan lanjutan sebelumnya tentang ca servix atau yang lebih umum dikenal kanker leher rahim, kemarin telah dijelaskan pengertian dasar tentang ca serviks. Nah ditulisan kali ini kita akan menjelaskan bagaimana pemeriksaannya dan juga stadium perkembangannnya. Melalui tulisan ini kita berharap adanya tambahan pengertian tentang kanker leher rahim sehingga dapat mengurangi atau minimal bisa lebih waspada terhadapnya, dengan waspada kita semoga bisa lebih menghindarkan diri dari penyakit tersebut atau setidaknya memeriksakan lebih dini saat ada tanda yang mencurigakan.

stadium ca serviksDiagnosis Ca serviks dapat ditegakkan dengan berbagai pemeriksaan, antara lain ;
1. Pemeriksaan Spekulum/inspeculo
Stadium dini : ada luka portio uteri/mulut rahim, mudah berdarah, keputihan (putih-darah)
Stadium lanjut : bentuk mulut rahim menyerupai bunga kol, vagina kaku –mudah berdarah, borok/nekrosis, keputihan (putih-darah disertai bau khas)
2. Pemeriksaan Dalam/vagina Toucher
Portio/mulut rahim berbenjol/berdungkul-dungkul (bunga kol), vagina terdapat penyebaran (borok, kaku, bau khas dan mudah bedarah), pertumbuhan rahim bahkan dapat bebas bergerak,gerak terbatas, atau bahkan jaringan sekitar menjadi kaku.
3. Pemeriksaan Histologik dan Hapusan
PAP SMEAR, IVA (inspeksi vagina asetat), dan BIOPSI semuanya menunjukan keganasan.
Karsinoma servik yang tidak diobati atau tidak memberikan respon terhadap mengobatan 95% akan mengalami kematian dalam 2 tahun setelah timbul gejala. Pasien yang menjalani histerektomi dan memiliki resiko tinggi terjadinya sekurensi harus terus diawasi karena lewat deteksi dini dapat diobati dengan radio terapi. Setelah histerektomi radikal, terjadi 80% rekurensi dalam 2 tahun.

Penanganan Ca serviks didasarkan pada stadium keganasan Ca serviks, antara lain:

  1. Stadium Ia : Bedah Krio atau dengan sinar laser
  2. Stadium Ib, IIa : Histerektomi radikal dengan limfadenektomi panggul, pasca bedah dilanjutkan dengan penyinaran/kemotherapi
  3. Stadium IIb, III dan IV : Tidak dibenarkan tindakan bedah, hanya dilakukan Radiotherapi dan rujuk ke pusat pelayanan kanker.

Catatan: untuk membaca artikel kesehatan wanita terutama kebidanan silahkan kunjungi website penulis artikel kesehatan ini di bidananda.com disana dibahas lebih luas dan juga lebih spesifik, jika ada pertanyaan bisa langsung ke penulis di web tersebut.

Penulis : Priestin Dian Prawesty (Bidan senior RSUD Ibnu Sina Gresik Jatim)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.