bagaimana caranya supaya saya kaya?

Bagaimana caranya agar saya kaya? Atau bagaimana caranya agar saya punya uang banyak? Itu adalah pertanyaan yang wajar dan sangat bagus menurut saya. Mengapa bagus? Karena pada kalimat pertanyaan itu juga terdapat usaha serta perasaan optimis untuk dapat menjadi kaya. Tetapi sayangnya banyak orang hanya terjebak pada pertanyaan kemudian setelah mengetahui jawabannya dia malas untuk melakukan. Ini adalah masalah utama orang yang gagal dalam setiap usahanya, dan kebanyakan orang seperti ini tidak pernah berhasil dalam hidupnya kecuali dia mengurangi atau bahkan menekan setipis mungkin rasa malas tersebut.

Setiap orang saya yakin mempunyai rasa malas walau beda-beda kadar dan juga faktor malasnya, banyak orang kaya malas untuk cek kesehatan tetapi dia giat untuk menjalankan bisnisnya, ada juga orang yang sangat konsen terhadapat kesehatan tetapi sayangnya dia malas untuk mengembangkan bisnisnya, inilah macam-macam isi dunia. Malas disisi A tetapi giat disisi B begitulah kehidupan ini.

cara cepat menjadi kaya

Menurut saya untuk menjadi kaya (bukan hanya harta) kita harus mengerti diri kita sendiri, misal saya mau usaha jualan software dan saya tidak bisa membuat software bagaimana caranya? Ya mudah saja kerjasama dengan programer saja dengan memberikan masukan pada programer tentang kondisi di lapangan serta kita mengerti akan kemauan kita dalam program tersebut sehingga tidak diserahkan 100% terhadap orang lain, karena hal demikian justru akan menghancurkan kita sendiri. Ada lagi yang bingung saya mau jualan tetapi saya tidak bisa menjual, gampang serahkan saja sama salesman. Beres, tidak juga kalau hanya diserahkan pada salesmen tapi tidak bisa mengatur secara manajemen bisnis kita.

Intinya kita kenali dari kita dan kita buat solusinya, fokus pada solusi bukan fokus pada masalah…. Good lucky! Ini adalah cara mudahnya agar kita tidak terbebankan oleh ketidak mampuan kita sehingga kita bisa berkembang ke arah yang lebih postif terutama bagaimana kita fokus pada kemampuan bukan fokus kepada ketidakberdayaan. Optimis adalah kunci utama dalam menatap masa depan walau kita kadang jatuh dalam kondisi pesimis tetapi kita punya sandaran batiniah yaitu faktor relegius, ini yang akan menyelamatkan kita.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.