Wisata Religi Mbah Kholil Bangkalan Madura

Melanjutnya cerita saya sebelumnya tentang wisata religi ke Sunan Gunung Giri Gresik, kami bersama dengan rombongan RT 01 RW 14 Pondok Permata Suci Gresik melanjutkan perjalanan ke tempat wisata religi lainnya yang masih berada di Jawa Timur tetapi menyebrang pulau yaitu pulau madura. Tempat wisata religi Mbah Kholil Bangkalan itulah nama tempat yang kami tuju tetapi sebelumnya mampir ke makam air mata ibu disini saya tidak membahas tempat air mata ibu Madura karena menurut saya ini belum banyak tersentuh oleh pemerintah setempat baik segi pengaturan maupun dari segi promosi ke masyarakat umum dan juga banyak pengemis kecil atau dewasa yang menurut saya agak memaksa dalam memintah sedekah peziarah dan ini menurut saya tidak bagus.

Saya disini juga tidak membahas siapa mbah Kholil dan sebangsanya karena dapat dibaca langsung di wikipedia, disana datanya lengkap dan insyaallah bisa dipertanggung jawabkan walau mungkin ada yang kurang tepat menurut versi tertentu tetapi tidak terlalu jauh meleset dari kisah aslinya. Diantaranya dituliskan di wikipedia adalah ” … Syekh Kholil al-Bangkalani berasal dari keluarga ulama. Ayahnya, KH Abdul Lathif, mempunyai pertalian darah dengan Sunan Gunung Jati. Ayah Abdul Lathif adalah Kiai Hamim, putra dari Kiai Abdul Karim bin Kiai Muharram bin Kiai Asror Karomah bin Kiai Abdullah bin Sayyid Sulaiman Basyeiban. Sayyid Sulaiman inilah yang merupakan cucu dari Sunan Gunung Jati dari pihak ibu … “ lengkapnya silahkan kunjungi lokasinya ada di link diatas.

wisata religi mbah kholil bangkalan

Saya bersama rombongan yang menuju makam mbah Kholil Bangkalan sampai ditempat saat menjelang adzan dhuhur dan di parkiran agak sepi nah saat pulang parkiran sudah penuh dengan kendaraan peziarah lainnya. Sampai di parkir kami menuju masjid dan ternyata makam mbah Kholil Bangkalan ada tepat disamping kanan masjid dibagian depan, sehingga memudahkan para peziarah untuk menuju makam. Kami langsung bersiap untuk sholat dhuhur, selesai melakukan sholat dhuhur berjamaah kami berombongan ziarah ke makam dan melakukan do’a kepada beliau karena beliau merupakan guru dari guru-guru agama kami, istilah gampangnya kami berdo’a sebagai ucapan terima kasih atas perjuangan beliau dalam agama Islam.

Selesai berziarah kami keluar menuju angkutan ternyata ada orang yang mengarahkan arah keluar walau orang itu kelihatannya tidak serius dalam mengarahkan, saya sendiri mengikuti arahan dari dia dan ternyata kami menuju semacam pasar kecil untuk oleh-oleh tradisional dan juga hasil khas dari madura dan menurut saya ini bagus karena bisa menggerakkan ekonomi lokal.

Kesimpulannya dari pengalaman ziarah makam mbah Kholil Bangkalan ini jika dilihat dari wisata religi adalah kurang terurus, karena lokasi belum dikelolah secara maksimal oleh pemerintah daerah setempat, hal ini mungkin saja bisa dimaklumi karena lokasi kemungkinan masih area pribadi pesantren tetapi di sekitarnya sebenarnya bisa dilakukan penataan yang lebih baik sehingga promosi akan hasil daerah lebih bagus lagi karena potensi wisita religi tidak semua daerah memilikinya hanya daerah tertentu saja yang beruntung ada tokoh besar dimakamkan disana. Tidak seperti di Gresik ada banyak makam tokoh penyebar Islam seperti Sunan Giri dan dekatnya ada Sunan Prapen dan masih banyak lagi yang suatu saat akan saya tulis di cerita wisata saya.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.