Diagnosis Mola Hitadidosa atau Hamil Anggur

Kali ini saya ingin memberi gambaran apa yang dimaksud dengan Mola Hitadidosa serta bagaimana diagnisnya. Biasanya diagnosis mola Hitadidosa atau yang lebih dikenal dengan hamil anggur dapat dipastikan dengan melihat gejala yang nampak secara kasat mata yakni perdarahan spontan yang diikuti keluarnya jaringan seperti gerombolan buah anggur, biasanya penderita mola terlihat pucat kekuning-kuningan, yang biasa dikenal dengan sebutan “muka mola”.

Penyebab Mola Hitadidosa ini secara pasti belum diketahui secara pasti akan tetapi ada beberapa faktor predeposisi pemicu Mola Hitadidosa antara lain :

  • faktor ovarium, imonoselektif dan tropoblast
  • keadaan sosial ekonomi yang rendah, perlu dikatahui bahwa sosial ekonomi ini merupakan faktor secara umum yang mudah sekali menimbulkan masalah selain masalah Mola Hitadidosa ini.
  • paritas tinggi (banyak anak), ada filsafat banyak anak banyak rejeki tetapi perlu dikatahui juga bahwa resiko mempunyai banyak anak diantaranya adalah ini
  • kekurangan protein (standar gizi yang rendah), foktor ini terkait dengan sosial ekonomi
  • infeksi oleh virus, hal ini sebenarnya juga bisa diturunkan kadar resikonya dengan penambahan pengetahuan dan juga peningkatan sosial ekonomi.
  • faktor kromosom, kalau faktor ini mungkin yang dinamakan sebagai takdir ilahi dan kita harus tabah serta sabar menerimanya dan jangan lupa tetap berusaha untuk berobat.

mola-hydatidosa hamil anggurWanita yang telah didiagnosa mengalami hamil anggur perlu mendapatkan penanganan segera yakni dilakukan kuretase atau suction kuretase. Kuret dilakukan dua kali, berulang setelah satu minggu kuret yang pertama. Jika penderita mengalami perdarahan hebat sehingga syok maka diatasi terlebih dahulu, bila mengalami anemi sedang cukup diberikan tablet Fe 600 mg/hr dan untuk anemi berat dilakukan transfusi. Langkah ini hanya bisa dilakukan oleh paramedis dengan peralatan yang memadahi atau mendukung, bisa dilakukan di Rumah Sakit atau Rumah Bersalin dengan standart lengkap.

Evaluasi penderita yang telah dilakukan tindakan kuretase minimal 1 tahun untuk memantau kadar hcG, jika kadar hcG > 100.000 iV/L dianggap resiko tinggi terhadap kegananasan mola (cario carsinoma), yang segera memerlukan kemoterapi MTX (methotrexase) dan dipantai kadar betha-hcG serta besar uterus secara klinis dengan USG setiap 2 minggu sekali. Evaluasi ini kadang kala sering dilupakan atau dianggap remeh oleh penderita dan ini bisa menyebabkan hal-hal yang tidak diinginkan. Saran saya tetap lakukan langkah-langkah yang telah ditentukan oleh dokter anda. Selama pemantauan, pasien dianjurkan untuk menggunakan kontrasepsi hormonal (apabila masih ingin punya anak) atau tubeksumi apabila ingin menghentikan fertilitas.

Kenali gejala mola dan periksa secara dini kehamilan anda karena mencegah secara dini lebih baik sebelum terjadi hal – hal yang tidak diinginkan. Jangan lupa selalu konsultasikan keluhan anda kepada bidan anda atau dokter spesialis kandungan anda, jangan memutuskan sendiri tanpa mengetahui kondisi yang jelas sesuai dengan pengetahuannya.

Tulisan ini ditulis oleh Priestin Dian Prawesti bidan dan juga pemilik situs bidananda.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.